Kita pernah semarak
sebelum rusak dan terserak.
Kita pernah menjadi kembang api
sebelum transformasi sunyi dan sepi

Pecahan di mataku dan matamu adalah sisa
dari gegap gempita yang menguar di dada
Atau rasa cemas yang terhubung dari sumbu tak terbakar

Malam demikian runyam
Kembang api temaram
Kita tak pernah memberi salam

Perpisahan yang sesungguhnya berakhir pada habisnya kembang api di langit
Perpisahan yang sesungguhnya juga dimulai pada bebasnya beban di pikiran

Kembang api di dada kita pernah bercorak warna
Sebelum habis dilahap kesedihan yang sempurna


Di dalam bus Cileungsi - Blok M
Juni 2020, 08:04